Terima Kasih Telah Mau Berkunjung

Si Untung dan Si Buntung

'Kok beruntung sekali sih orang itu..' kalimat ini kerap kita dengar dalam pergaulan sehari-hari. Sebuah ungkapan yang sadar atau tidak sadar (baca : masih pingsan) menyatakan dirinya tak bernasib untung (apes bin sial).
Benarkah orang untung akan selalu beruntung dan yang sial selalu bernasib sial ?
Saya ada sebuah pendapat (sementara tak boleh dikomplain dulu...ok).
Untung dan sial adalah sebuah ungkapan perasaan dari individu masing-masing dan nilainya relatif antara satu orang dengan orang lain (sedikit berfilsafat boleh kan).
Jadi untung dan sial adalah tergantung dari bagaimana cara pandang kita menghadapi suatu masalah. Kalau kita terbiasa berpikir wah sial, aduh lagi apes aku atau sejenisnya maka jangan pernah berharap kamu akan merasakan yang namanya untung.
Contoh sederhana, kamu mau apel trus ban mobil bocor ditengah jalan. Sudah biasa dan lumrah kalau kamu keluarkan segala sumpah serapah dan meneriakkan nama semua anggota kebun binatang. Tapi coba kalau kamu berpikir 'untung cuma ban bocor, andai remnya yang blong...'
Dengan ungkapan kecil ini kamu akan merasa beban perasaan lebih ringan dan bisa memandang segala sesuatunya dari segi positif.
Boleh percaya dan tidak, seandainya kamu selalu berpikir dan terus berpikir untuk selalu mengambil hikmah (untung) dari suatu peristiwa yang kamu alami maka perasaan sial atau apes dengan sendirinya akan hilang. Dan kamu akan merasa jadi orang yang paling beruntung.
Kamu tak akan heran lagi jika orang dapat mobil, duit, rumah karena itu memang peruntungan dia. Mungkin kamu bisa berlatih mengatakan 'untung bukan aku yang dapat mobil jadi tak perlu repot beli bensin mahal-mahal' (Kira-kira bisa nggak... Susah men, akupun masih belum mampu he..he..).

Banyak manfaat bisa diambil dari selalu berpikir positif.

Pertama, selalu menjalani segala sesuatu dengan semangat dan optimis.
Kedua, hilang perasaan iri dan sirik atas peruntungan orang lain karena kamu merasa lebih beruntung (tau nggak, sangat berat memikul si sirik ini apalagi kalau dia gembrot).
Ketiga, bisa mengambil hikmah dari suatu peristiwa dan menjadikannya peluang. Kamu melihat orang yang pandai disuatu bidang lalu lalu kamu berjuang untuk belajar agar bisa seperti orang tersebut. Ini berarti kamu telah beruntung karena terinspirasi dengan kepandaian orang lain kamu bisa semangat belajar dan menjadi seorang yang ahli seperti dia.

So, kalau kita bisa berpikir positif dan merasa diri kita beruntung kenapa musti kita biarkan kita berpikir negatif dan terus merasa bernasib sial.

Tapi, ...semua terserah kamu deh (takutnya dibilang maksa).

No comments:

Post a Comment

POSTINGAN TERBARU



KOMENTAR KAWAN




Kutunggu Komentarmu ....