Terima Kasih Telah Mau Berkunjung

Falsafah Cinta

'Sudah lihat ayat-ayat cinta belum?' Tanya kawan ketika aku sedang beli sarapan. 'Bagus bro, ceritanya gini..gini..' lanjut kawan itu bersemangat 45.
Aku yang memang belum melihat film itu cuman ngangguk-ngangguk (untuk urusan trend dan hobby beginian aku selalu tertinggal informasi, mungkin terlalu kuper alias kurang perkreditan).

Setelah mendengar cerita kawan ini aku jadi berpikir tentang judul ayat-ayat cinta ini. Ayat-ayat berarti aturan-aturan atau doktrin doktrin dan cinta berarti ya cinta. Kalau digabung kalimat itu berarti aturan-aturan tentang percintaan, sebuah makna yang sangat bagus karena cinta dialami semua umat manusia. So, kalau cinta diatur maka tentu akan menghasilkan sebuah keseimbangan antara yang diberi dan yang memberi, tak ada saling menuntut dan ingin menang sendiri.

Tapi dalam benakku ada yang agak mengganjal, kenapa sekarang ini makna dari cinta yang luhur itu mulai mengalami pergeseran dan penyempitan. Cinta yang universal mulai sering diartikan hanya sebagai ungkapan sayang dari dua manusia yang berlainan jenis kelamin.
Sebenarnya ini sah-sah saja tapi porsinya saat ini mulai menonjol dari jatah cinta lainnya (Jatah untukku mana ...?).
Kita jadi sering dan mungkin terbiasa berpikir bahwa cinta hanyalah milik dari dua sejoli yang sedang dimabuk asmara. Lalu porsi cinta yang lain kemana?
Padahal masih banyak cinta lain yang harus kita berikan. Cinta kita kepada Tuhan, Rasul, Orang Tua, Saudara, sesama manusia, sesama makluk dan masih banyak lagi.

Bagaimana jadinya kalau hanya cinta kepada lain jenis yang porsinya ditonjolkan? Cinta lain jenis biasanya diikuti oleh nafsu sex. Dan kalau nafsu sex yang ditonjolkan maka tak ada lagi yang namanya cinta sejati, karena yang ada adalah keinginan dan ego sendiri untuk memperoleh kepuasan. Kita tak jadi ingat benar dan salah, saudara dan anak dan sebagainya dan sebagainya.
Berapa sering kita mendengar orang tua menodai anaknya sendiri hanya karena cinta kepada lawan jenis yang disertai nafsu sex. Lalu cinta dia sebagai orang tua kepada anaknya mana?

Cinta bisa membuat orang membabi buta dalam mengambil tindakan jika mengikutkan nafsu yang berlebihan.

Cinta disertai nafsu adalah sah selama dalam batas koridor karena tanpa nafsu orang tak ada lagi keinginan untuk mencintai.
Cintailah sesuatu sesuai porsinya masing-masing, sehingga kita bisa memanfaatkan nafsu pada tempatnya. Nafsu ingin bahagia, nafsu ingin melindungi, nafsu ingin dipuaskan dan lainnya.

Ibarat makan, dalam satu porsi ada beberapa macam jenis makanan. Ada nasi, sayur, lauk de el el. Apa jadinya jika cuma hanya ada nasi, bukankah akan terasa hambar? Dan jika lauknya saja yang dilebihkan maka seakan kita belum merasakan makan alias tiada kesan. Demikian juga dengan cinta kalau hanya satu sisi saja yang dilebihkan maka akan terasa hambar dan tiada makna yang berarti, seakan ada yang kosong atau hilang dalam hidup ini.

So, cintailah sesuatu pada tempatnya karena dengan cinta maka orang bisa rela dan siap melakukan apa saja untuk sesuatu yang dicintainya. Cinta dan Nafsu adalah fitrah manusia dari sejak diciptakan dan ini adalah wajar hanya masalahnya bagaimana kita menerapkan cinta dan nafsu ini agar bisa berjalan secara berdampingan.

Cinta adalah ungkapan hati dan nafsu adalah sarana kita memenuhi ungkapan hati ini. Jadikanlah cinta sebagai kusir nafsu dan jangan sampai nafsu menjadi tali kendali cinta.

Cinta adalah hak semua orang termasuk kau dan aku. Apakah kau cinta padaku ?
'Aku ini laki-laki, kau kira aku apaan!!' Paijo sewot, masak pisang makan pisang.
Lha ini dia, contoh penyempitan makna cinta yang dikendalikan nafsu sex, melihat cinta hanya sebatas milik dua sejoli yang dimabuk asmara, aku membatin dalam hati.
'Jadi kamu tak cinta aku sebagai kawan..?'
'Eh, aku kira cinta apaan. Kalau kawan of course aku cinta kamu. Mau bukti? Sekarang bilang siapa yang ganggu kamu biar aku bacok..!'

4 comments:

  1. cinta oh cinta ga habis2nya kalau dibahas..mau dibuat buku , film bahkan artikel blog pasti seru

    ReplyDelete
  2. Pembahasan yang lengkap tentang 'Cinta'. Tapi definisinya tentang film ayat-ayat cinta kurang tepat tuh. Makanya nonton dulu filmnya bos. Tapi mending baca novelnya deh.

    ReplyDelete
  3. Mas rafki, hebat lho kamu bisa tahu saya belum lihat film ayat-ayat cinta. Memang betul sekali aku belum lihat (doakan bisa lihat ya). Ngomong-ngomong sudah ada bajakannya belum hehehe ..(Ops,sorri. Jangan keras-keras nanti kena tangkap)

    ReplyDelete
  4. Cinta memang banyak diperbincangkan, tapi seberapa banyak diantara kita yang bisa menerapkan teorema cinta dalam keseharian?

    ReplyDelete

POSTINGAN TERBARU



KOMENTAR KAWAN




Kutunggu Komentarmu ....