Terima Kasih Telah Mau Berkunjung

Internet di Arab Saudi

Ada perasaan aneh dan lucu ketika seorang kawan dengan lugunya menanyakan Internet di Arab Saudi dilarang apa tidak.

Orang ini bagaimana sih. Pasti tak pernah makan asam garamnya internet makanya tak tahu siapa itu internet. Dalam hati aku membatin.

‘Jangan gitu dong bos, saya kan bertanya baik-baik’ kata kawan ini seperti tahu apa yang aku pikirkan. ‘Katanya kalau tak tahu harus bertanya. Daripada dipendam dalam hati dan tak pernah menemukan jawaban.’ Katanya lagi.

Bener juga ya. Malu bertanya sesat di jalanan. Pada dasarnya manusia punya hak yang sama tapi waktu dan kesempatan yang membedakannya. Ada orang yang punya waktu mempelajari tehnik bangunan sehingga ia ahli dibidangnya, ada yang punya waktu mempelajari tehnik informasi, dan seterusnya dan seterusnya.

Dan kemajemukan ini merupakan berkah bagi orang yang punya waktu serta kesempatan untuk suatu bidang tertentu. Coba kalau semua orang ahli dibidang computer, siapa entar yang bangun rumah kita. Dan mungkin tak ada lagi namanya ahli atau pakar, tak ada lagi professor dan gelar keahlian lainnya. Karena semua sudah ahli, semua sudah pintar dan semua sudah tahu.

Akhirnya aku korbankan waktu makanku untuk sekedar menjawab pertanyaan dari dia. Layaknya sedang ujian akhir, suasan jadi tegang, kami saling berhadapan, saling menatap mata dan hati mulai bergetar tak menentu arah, dag dig dug. (ini ngomongin apa lagi sih).

Sedikit sok pintar mulai aku coba menjelaskan, internet itu siapa sih ? Apa dia bisa berjalan, apa bisa berpikir dan punya nafsu sex. Dia toh tetap sebuah barang mati yang tak akan berdiri ada artinya jika tak ada yang mengusapnya. Tak akan ngefek tanpa adanya orang yang mempergunakannya. Jadi jangan disalahkan internetnya jika ada orang mengunakannya untuk melihat aksi dikamar tidur, atau gambar gadis-gadis yang mendesah habis kebanyakan makan cabe. Dan itu berlaku untuk semuanya, tak di Arab Saudi tak di Indonesia.

Ibarat kata sebuah pisau, ditangan seorang juru masak ia sangat berarti dan membantu kerja menyiapkan makanan untuk kamu tapi jika berada ditangan seorang penjahat maka jangan pernah bertanya kegunaanya lagi. (cepat-cepat kaburlah).

Si kawan manggut-manggut, entah tahu atau sudah ngantuk (soalnya sudah malam nih). Aku tinggalkan dia pergi sebelum ia tambah pertanyaan lagi (takut tak bisa jawab, ntar kalau dapat nilai 5 gimana?).

Hidup ini adalah memilih, dan internet sebuah pilihan. Terserah internet mau digunakan untuk apa, ke A(syik) atau B(elajar).

No comments:

Post a Comment

POSTINGAN TERBARU



KOMENTAR KAWAN




Kutunggu Komentarmu ....