Terima Kasih Telah Mau Berkunjung

Salah Siapa Aku Begini?

Pagi itu aku sedang duduk santai dengan kawan, ngobrol tak tentu arah hingga akhirnya dari arah depan datang dengan sangat memelas seseorang meminta-minta. ‘Mas tolong saya ….’ Banyak kata-kata terucap dari mulutnya yang intinya mengetuk hati kecil saya untuk memberi. (Apa yang harus aku beri kalau aku sendiri menunggu pemberian kunjungan dari kamu? wkwkwkwk).

Fenomena ini kayaknya tak hanya terjadi disekitar saya karena banyak berita dilayar TV, Radio, Koran yang menceritakan nasib sedih orang karena sebab ini dan itu. Banyak berita dan cerita tentang kemiskinan yang makin meningkat. (Kalau kemakmuran kenapa tak pernah diekspos ya..)

Kemiskinan terjadi hampir disemua tempat, tak hanya disini dinegara yang terkenal maju sekalipun ada juga yang namanya miskin hanya mungkin ukurannya yang sedikit berbeda tapi intinya sama yaitu merasa kurang dari cukup (Emang pernah keluar negeri..?).

Lalu kenapa terjadi kemiskinan? Karena ya merasa tidak cukup. Mungkin untuk saya pribadi jika dilihat dari kacamata orang lain bisa bermacam-macam kesimpulan. Ada yang bilang cukup dan lebih cukup dari kacamata orang dibawah saya dan bisa berarti kurang dan bahkan sangat miskin bagi kacamata orang yang lebih dari saya.
Tak ada masalah bagi saya orang mau menyimpulkan bagaimana. (syukur ada yang kasian dan mengasih uang jajan. He…he..he..)

Salah siapa kemiskinan ini?
Pemerintahkah ? atau ada yang merasa Tuhan tidak adil?
Sungguh manusia sudah diciptakan dengan sangat sempurnanya sehingga bisa menjadi pengkreator dan melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk hidupnya. Lalu kenapa mencari kambing hitam dari kemiskinan yang konon katanya sebuah nasib yang seakan menjadi doktrin hidup dan tak bisa ditawar lagi..?
Atau mereka merasa korban dari pemerintahan yang konon tak bisa membuatnya hidup makmur. (Emang tugas pemerintah cuma buat ngurus loe? Gue juga mau dong.)

Hidup ini tanggung jawab siapa?
Bukankah tiap orang punya tanggung jawab pribadi atas kemakmurannya masing-masing. Semua masalah tak akan pernah menemui penyelesaian jika hanya mencari alasan-alasan atas sebuah kejadian tapi sangatlah bagus jika orang berusaha bertindak untuk menyelesaikan masalah yang terjadi. Satu tindakan menunjukkan sebuah optimisme dan rasa tanggung jawab.

Kalau kita hanya mengeluh dan merasa kurang tanpa melakukan tindakan respon dari suatu keadaan, bagaimana suatu perubahan bisa terjadi? Mengharap tanpa tindakan dan hanya menjadi keluh kesah justru akan memperburuk kondisi social kita.
Sekarang bukan lagi waktunya mengadu, jadi segeralah bertindak karena dengan tindakan dan perbuatan maka pikiran bisa menjadi fresh dan ada harapan (optimisme) memandang hidup yang lebih baik.

Ada orang yang berpenghasilan pas-pasan cukup hanya untuk biaya hidup tapi orang itu merasa hidupnya cukup karena dia bisa menerima keadaan dan menyadari sepenuhnya bahwa hidupnya adalah tanggung jawabnya. Tiada yang harus dipersalahkan atas kemalangan dirinya kecuali dirinya sendiri.

Kalau tak mau disalahkan ya bertanggung jawab, kalau bertanggung jawab ya cukupi kebutuhan hidupmu dengan berusaha, kalau masih belum cukup ya terima apa adanya, sadarilah bahwa kemampuan berusahamu baru sampai disitu dan bulatkan tekad untuk berusaha lebih giat lagi.

Orang yang bertanggung jawab adalah orang yang tak pernah mencari sate kambing hitam atas suatu masalah tapi berusaha menyelesaikan masalah itu dengan baik.

Sudah bertanggung jawabkah kamu? ‘Tak tahulah, emang gue pikirin. Loe siapa tanya-tanya orang? Urus diri loe sendiri!! ‘ Si bondet merasa kesal dikuliahi.

No comments:

Post a Comment

POSTINGAN TERBARU



KOMENTAR KAWAN




Kutunggu Komentarmu ....